• Rabu, 7 Desember 2022

Ekonom UI Sebut Empat Negara ASEAN Bisa Dipaksa Ikut Sistem Perbankan Indonesia Lewat Penerapan QRIS

- Selasa, 12 Juli 2022 | 22:04 WIB
Warga memindai kode Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran digital di Pasar Tradisional Kliwon, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/7/2022).  (Antara)
Warga memindai kode Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran digital di Pasar Tradisional Kliwon, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/7/2022). (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com – Ekonom Universitas Indonesia Haryyadin Mahardika berpendapat Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk memaksa negara lain mengikuti sistem perbankan Tanah Air lewat penerapan QRIS di empat negara ASEAN.

“Lewat QRIS, Indonesia punya kesempatan untuk memaksa negara lain untuk connect dengan sistem perbankan kita karena begitu banyak orang kita yang bertransaksi atau travelling ke luar negeri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/7/2022).

Haryyadin menilai perbankan Indonesia masih kesulitan untuk membuka cabang di luar negeri, sehingga melalui QRIS yang akan segera diimplementasikan di Malaysia, Thailand, Singapura dan Vietnam, bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk membuat banyak negara terkait dengan sistem perbankan Indonesia.

“Kita punya kelebihan size ekonomi kita besar dan sangat banyak negara yang terkait dengan kita. Itu akan memaksa mereka mengakui bahwa orang Indonesia jika akan bertransaksi akan menggunakan teknologi Indonesia,” ujarnya.

Jika warga di Indonesia yang berada di luar negeri kerap menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan merchant-merchant di luar negeri akan mengadopsi sistem QRIS yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga: BI Target Pengguna QRIS Tembus 65 Juta pada Tiga Tahun Mendatang

Adapun Bank Indonesia bersama bank sentral Thailand, Malaysia, Filipina dan Singapura akan segera merealisasikan cross border payments melalui QRIS, Open API, Fast Payment dan mata uang lokal (LCS).

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi virtual, Kamis (7/7) berharap perjanjian kerja sama dengan 4 negara tersebut akan diteken dalam leaders meeting G20 pada November mendatang.

“Ketika dunia masih talking, ASEAN Five ini akan menjadi first mover payment connectivity. Nanti bisa melalui QRIS, open API, atau Fast Payment dan semuanya akan dilandasi LCS,” kata Filianingsih.

Ia mengatakan lima negara ASEAN ini sudah memiliki infrastruktur transaksi digital, seperti QR payment dan Fast Payment. Karena itu, katanya, negara-negara tersebut tinggal merealisasikan cross border payments.

Halaman:

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI Resmi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen

Kamis, 17 November 2022 | 18:56 WIB

EBT Jadi Energi Masa Depan, PLN Siap Perkuat Smart Grid

Minggu, 13 November 2022 | 17:48 WIB
X