• Senin, 8 Agustus 2022

Rubel Menguat Pangkas Kerugian Awal saat Rusia Tergelincir ke Zona Gagal Bayar

- Senin, 27 Juni 2022 | 19:06 WIB
Uang kertas rubel Rusia terlihat di depan grafik saham yang turun dan naik dalam ilustrasi ini yang diambil 1 Maret 2022.  (Antara/Reuters)
Uang kertas rubel Rusia terlihat di depan grafik saham yang turun dan naik dalam ilustrasi ini yang diambil 1 Maret 2022. (Antara/Reuters)

MOSKOW, insidepontianak.com - Mata uang rubel menguat 0,2 persen terhadap dolar AS di 53,31 pada pukul 07.58 GMT. Menguatnya rubel memangkas kerugian setelah sebelumnya merosot sebanyak 2,0 persen atau menyentuh level terlemahnya sejak 21 Juni di 54,4975.

Mata uang rubel juga telah menguat 0,1 persen untuk diperdagangkan pada 56,03 versus euro.

Naiknya nilai mata uang rubel ini memangkas kerugian awal di perdagangan Moskow yang bergejolak pada Senin (27/6/2022), ketika Rusia tampaknya akan mengalami default atau gagal bayar pertama dalam beberapa dekade setelah batas waktu pembayaran berakhir sebelum beberapa pemegang obligasi menerima bunga yang jatuh tempo.

Masa tenggang 30 hari untuk pembayaran bunga 100 juta dolar AS yang jatuh tempo pada 27 Mei berakhir pada Minggu (26/6/2022). Kremlin mengatakan tidak ada alasan bagi Rusia untuk gagal bayar, tetapi sanksi telah menghambat kemampuannya untuk mengirim uang kepada pemegang obligasi dan menuduh Barat mencoba mendorongnya ke default buatan.

Rubel yang sejauh ini telah menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di dunia tahun ini, telah didorong oleh pendapatan tinggi Rusia dari ekspor komoditas, penurunan impor dan larangan rumah tangga menarik tabungan mata uang asing.

Baca Juga: Rubel Rusia Melonjak ke Level Tertinggi dalam Tujuh Tahun

Rubel yang kuat menekan pendapatan perusahaan yang berfokus pada ekspor dan dapat membebani ekonomi karena mengarah ke resesi menyusul sanksi keras atas apa yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus di Ukraina.

Kontrol modal telah menopang rubel selama berbulan-bulan, sementara minggu ini puncak dari periode pajak akhir bulan yang melihat perusahaan-perusahaan pengekspor mengubah pendapatan dolar dan euro menjadi rubel dapat menambah dukungan jangka pendek.

Tidak ada peningkatan penjualan mata uang oleh eksportir minggu lalu, kata Broker Alor dalam sebuah catatan, yang berarti mereka dapat meninggalkan proses konversi valas sampai menit terakhir, yang akan melihat penguatan rubel.

Namun, Alor mengatakan eksportir mungkin telah menimbun jumlah rubel yang diperlukan.

Halaman:

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X