• Senin, 8 Agustus 2022

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Posisi Rp14.797 Per Dolar AS

- Senin, 27 Juni 2022 | 17:06 WIB
 Rupiah di atas hamparan dolar AS.  (Antara)
Rupiah di atas hamparan dolar AS. (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (27/6/2022) sore ditutup menguat 51 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp14.797 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.848 per dolar AS.

Menguatnya nilai tukar rupiah ini seiring redanya kekhawatiran investor terhadap inflasi yang berkepanjangan.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.816 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.890 per dolar AS hingga Rp14.818 per dolar AS.

Sementara, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.802 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.846 per dolar AS.

Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Senin (27/6/2022) menyatakan minat investor terhadap aset resiko setelah Wall Street mampu rebound kuat pada akhir pekan lalu karena harga minyak mereda, meredam kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan dan pengetatan agresif Federal Reserve atau The Fed.

Baca Juga: Kekhawatiran terhadap Inflasi Mereda, Rupiah Senin Pagi Menguat

Selain itu dolar AS melemah setelah Gubernur Bank Sentral AS  Federal Reserve (Fed) Jerome Powell menjelaskan tentang ketidakmampuan mereka untuk menurunkan beberapa harga.

Powell mengatakan di depan kongres bahwa bank sentral memiliki sedikit kendali atas energi dan harga pangan, meskipun ia mengulangi komitmen tanpa syarat untuk memerangi inflasi.

Powell menegaskan kembali komitmen tanpa syarat dari The Fed untuk mengendalikan inflasi yang saat ini berada di level tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Pernyataan Powell didukung oleh Presiden Fed San Fransisco Mary Daly yang menunjukkan dukungan untuk kenaikan suku bunga lainnya sebesar 75 basis poin pada pertemuan bank sentral pada Juli.

Sementara itu Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) AS saat ini diperkirakan akan tumbuh 2,9 persen pada 2022, lebih rendah dari perkiraan baru-baru ini sebesar 3,7 persen pada April lalu.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah Usai Pernyataan Gubernur The Fed

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X