• Senin, 8 Agustus 2022

Rp5,9 Miliar Uang Baru Dibawa ke Kepulauan Mentawai dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022

- Senin, 27 Juni 2022 | 16:50 WIB
Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 menggunakan KRI Cakalang di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Senin (27/6/2022).  (Antara)
Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 menggunakan KRI Cakalang di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Senin (27/6/2022). (Antara)


PADANG, insidepontianak.com - Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat membawa uang tunai baru senilai Rp5,9 miliar dalam kegiatan kas keliling ke Kepulauan Mentawai bertajuk Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 menggunakan KRI Cakalang.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar Wahyu Purnama mengatakan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 merupakan kegiatan kas keliling di wilayah terdepan, terluar dan terpencil bekerjasama dengan TNI AL.

Ia menyampaikan hal itu pada pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa dan Danlantamal II Padang Laksamana Pertama Endra Sulistiyono di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Senin (27/6/2022).

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 dimulai pada 27 Juni hingga 2 Juli 2022 melibatkan 30 personel TNI AL dan 15 pegawai BI menyinggahi Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan, Pulau Sipora, Pulau Siberut (Mailepet) dan Pulau Siberut di Muara Sikabaluan.

Menurut Wahyu, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter berkewajiban menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan pencetakan dan pengedaran uang rupiah yang berkualitas baik dan layak edar sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Pemprov Papua Dukung Penyelenggaraan Ekspedisi Rupiah Berdaulat

"Dalam pengelolaan rupiah Bank Indonesia mempunyai misi untuk menyediakan uang rupiah di seluruh wilayah NKRI, dengan memastikan uang rupiah beredar dan digunakan di seluruh wilayah NKRI," kata dia.

Apalagi rupiah bukan saja sebagai alat transaksi pembayaran, tetapi juga merupakan identitas dan alat pemersatu bangsa serta menjadi salah satu simbol kedaulatan bangsa.

Ia mengakui sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas perairan yang mencakup 70 persen menjadi tantangan utama Bank Indonesia dalam mengedarkan rupiah.

Masih banyak daerah-daerah blank spot yang belum dapat dijangkau oleh BI dan Perbankan dalam pengedaran uang rupiah, kata dia.

Kemudian keberagaman tingkat pendidikan masyarakat yang mempengaruhi perilaku dalam memperlakukan uang tercermin dari kondisi uang tidak layak edar yang mayoritas lusuh karena disebabkan sering dilipat, dibasahi, maupun distaples.

Ia menyampaikan kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut telah terjalin sejak 2012 dan hingga 2021 telah dilakukan 76 kali kegiatan Kas Keliling 3T menjelajahi 399 pulau 3T .

Sementara pelaksanaan kas kapal di Sumatera Barat telah dilakukan sebanyak lima kali dan selain mendistribusikan uang, Bank Indonesia juga akan memberikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), kepada pesantren dan tempat ibadah serta bantuan berupa sembako di daerah yang dikunjungi.

"Di lokasi yang disinggahi masyarakat dapat menukarkan rupiah yang sudah lusuh dengan uang baru sehingga uang yang sudah tidak layak edar bisa ditarik dari peredaran," kata dia.

Sementara Danlantamal II Padang Laksamana Pertama Endra Sulistiyono menyatakan dukungan pada ekspedisi Rupiah Berdaulat dan siap mendukung pendistribusian hingga pengawalan uang layak edar.

Ia berpesan kepada semua personel yang berangkat agar melaksanakan kegiatan sesuai dengan SOP dan mengutamakan keselamatan awak serta menaati protokol kesehatan.

Sejalan dengan itu Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan rupiah yang layak adalah bentuk nasionalisme.

"Karena itu perlu langkah antisipasi untuk mengokohkan kedaulatan bangsa dengan memastikan tersedianya rupiah yang layak edar," ujarnya.

Baca Juga: Bank Indonesia Terbitkan Peraturan BI Terkait Penggunaan Rupiah di Kegiatan Internasional

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X