• Rabu, 5 Oktober 2022

Sasar Pembiayaan Berwawasan Lingkungan, Bank BRI Terbitkan Obligasi Hijau Senilai Rp5 Triliun

- Jumat, 24 Juni 2022 | 22:08 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso (tengah).  (Antara/BRI)
Direktur Utama BRI Sunarso (tengah). (Antara/BRI)


JAKARTA, insidepontianak.com – PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI mulai menyasar pembiayaan berwawasan lingkungan. Langkah tersebut dilakukan dengan menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI atau biasa disebut obligasi hijau (green bond).

Bank milik negara ini menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI atau obligasi hijau dengan jumlah emisi tahap I di tahun 2022 senilai maksimal Rp5 triliun dan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp15 triliun.

Hasil penghimpunan dana obligasi hijau akan digunakan sesuai ketentuan POJK60/2017 dengan mengalokasikan paling sedikit 70 persen untuk kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan Kerangka Kerja Obligasi.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (24/6/2026) mengatakan, jaminan dari obligasi hijau tersebut adalah clean basis dan memiliki tenor 370 hari, tiga tahun, dan lima tahun, dengan tingkat suku bunga yang belum ditentukan namun akan dibayarkan secara triwulanan dengan perhitungan 30/360.

Adapun Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI atau obligasi hijau tersebut ditawarkan sejak 23 Juni hingga 1 Juli 2022 dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat idAAA kepada obligasi hijau yang diterbitkan tersebut.

Baca Juga: Diminati Investor, Obligasi Hijau BNI Kelebihan Permintaan

Ia menyebutkan sektor KUBL yang akan menjadi sasaran Obligasi Berwawasan Lingkungan BRI atau obligasi hijau meliputi energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, serta transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan limbah berkelanjutan.

Sektor lainnya yakni adaptasi perubahan iklim, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit polusi, bangunan berwawasan lingkungan, serta kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan lingkungan lainnya.

Menurut Sunarso, isu perubahan iklim kini masih menjadi perbincangan berbagai negara dan munculnya berbagai dampak perubahan iklim menyita perhatian berbagai perusahaan, salah satunya industri perbankan yang kini tidak hanya memperhatikan faktor profitabilitas, namun juga faktor ekonomi, lingkungan, sosial dan tata kelola untuk mencapai keuangan berkelanjutan.

"Sektor jasa keuangan, khususnya perbankan dan utamanya BRI memiliki peran penting dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi melalui perubahan pola bisnis konvensional menjadi berkelanjutan,” tambahnya.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana dalam emisi obligasi hijau tersebut adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Baca Juga: Terbitkan Green Bond Rp5 Triliun, BRI Tegaskan Market Leader ESG Company di Indonesia

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CMI Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Prasejahtera

Rabu, 28 September 2022 | 18:27 WIB

PLN Batalkan Program Kompor Listrik, Ini Alasannya

Selasa, 27 September 2022 | 23:43 WIB
X