• Selasa, 28 Juni 2022

Harga Emas Jatuh karena Dolar AS Menguat

- Jumat, 24 Juni 2022 | 16:55 WIB
Seorang karyawan mengambil butiran emas murni 99,99 persen di pabrik logam non-ferrous Krastsvetmet, salah satu produsen terbesar dunia dalam industri logam mulia, di kota Siberia Krasnoyarsk, Rusia (22/11/2018).  (Antara/Reuters)
Seorang karyawan mengambil butiran emas murni 99,99 persen di pabrik logam non-ferrous Krastsvetmet, salah satu produsen terbesar dunia dalam industri logam mulia, di kota Siberia Krasnoyarsk, Rusia (22/11/2018). (Antara/Reuters)


CHICAGO, insidepontianak.com – Harga emas kembali melemah pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (24/6/2022) pagi WIB, karena dolar AS menguat dan investor memperkirakan kenaikan suku bunga agresif setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bank sentral berkomitmen penuh untuk menurunkan inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, turun 8,6 dolar AS atau 0,47 persen menjadi ditutup pada 1.829,80 dolar AS per ounce, memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut.

Emas berjangka turun tipis 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.838,40 dolar AS pada Rabu (22/6/2022), setelah melemah 1,8 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.838,80 dolar AS pada Selasa (21/6/2022), dan merosot 9,3 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 1.840,60 dolar AS pada Jumat (17/6/2022).

Bursa Comex tutup pada Senin (20/6/2022) untuk hari libur umum Juneteenth atau hari kebebasan.

Ekspektasi pasar untuk kebijakan moneter yang lebih hawkish dari Federal Reserve membantu mendorong dolar AS lebih tinggi, menjadikan emas kurang menarik karena lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Baca Juga: Ditekan Saham yang Lebih Kuat, Harga Emas Kembali Melemah 1,8 Dolar AS

Powell mengatakan pada Rabu (22/6/2022) bahwa dia tidak akan mengesampingkan kenaikan suku bunga 100 basis poin, menambahkan bahwa bank sentral akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk memulihkan stabilitas harga.

"Dengan (Ketua Fed Jerome) Powell menunjukkan bahwa kenaikan 1,0 persen adalah kemungkinan nyata, ini adalah pengingat akan tekanan konstan pada harga emas dari kenaikan suku bunga," kata kepala strategi Tiger Brokers Michael McCarthy seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (23/6/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS turun ke penyesuaian musiman 229.000 dalam pekan yang berakhir 18 Juni dari level revisi minggu sebelumnya 231.000, meredam emas.

Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS dari S&P turun ke level terendah hampir dua tahun di 52,4 pada Juni, sementara PMI sektor jasa turun ke level terendah lima bulan di 51,6, agak mendukung emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 37,9 sen atau 1,77 persen, menjadi ditutup pada 21,042 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 22,5 dolar AS atau 2,43 persen, menjadi ditutup pada 904,4 dolar AS per ounce.

Baca Juga: Emas Masih Jadi Pilihan Utama dalam Investasi

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Merah

Senin, 27 Juni 2022 | 19:29 WIB
X