• Senin, 8 Agustus 2022

Pelaku Usaha Harap Mendag yang Baru Bisa Kembalikan Kepercayaan Konsumen

- Kamis, 16 Juni 2022 | 21:28 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meninjau harga minyak goreng curah di Pasar Cibubur, Jakarta, Kamis (16/6/2022). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dan memantau langsung harga bahan pokok dan minyak goreng guna memastikan harga stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.  (Antara)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meninjau harga minyak goreng curah di Pasar Cibubur, Jakarta, Kamis (16/6/2022). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dan memantau langsung harga bahan pokok dan minyak goreng guna memastikan harga stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Kalangan pelaku usaha berharap Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bisa mengembalikan kepercayaan konsumen dengan memastikan berbagai kebutuhan pangan dalam stok yang aman dan harga yang stabil.

"Kita pelaku usaha mengharapkan Pak Zulkifli Hasan mampu mengembalikan kepercayaan konsumen, memastikan berbagai kebutuhan pokok pangan baik untuk masyarakat maupun dunia usaha pada posisi stok yang terjamin dengan stabilisasi harga yang stabil," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Menurut Sarman, Menteri Perdagangan yang baru harus mampu mengembalikan tingkat kepercayaan konsumen dengan menjaga psikologi pasar, khususnya pasca ketersediaan stok dan harga minyak goreng yang sempat bergejolak beberapa waktu lalu.

Dia berharap bekal pengalaman kepemimpinan yang dimiliki Zulkifli Hasan yang juga merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) dapat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Pengamat: Masyarakat akan Tunggu Kinerja Mendag Zulkifli Hasan Stabilkan Bahan Pokok

Mendag juga diharapkan menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemangku kepentingan lainnya seperti pelaku usaha perkebunan sawit, produsen minyak goreng, eksportir, para agen, sampai ke pedagang ritel.

Menurut dia, harga pokok pangan yang rentan bergejolak harus dilakukan pengawasan dan pengendalian baik dari sisi stok dan harga seperti daging, gula, telur, cabai, beras, tepung dan sebagainya.

"Karena berbagai komoditi pokok pangan ini bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat langsung tapi juga menjadi bahan baku pelaku usaha dan UMKM seperti hotel, restoran, kafe, warung makan dan lain-lain," katanya.

Oleh karena itu menurutnya, pasokan dan permintaan harus terjaga untuk menghindari gejolak harga terjadi di lapangan.

Sarman juga berpendapat bahwa kebijakan mengutamakan produk lokal harus menjadi skala prioritas. Namun dia mengingatkan apabila melakukan impor harus dalam waktu yang tepat sehingga pasokan pangan tetap terjamin.

Halaman:

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X