• Sabtu, 21 Mei 2022

Doddy Rahadi Sebut Presidensi G20 Jadi Momentum Meraih Kepercayaan Investor Global

- Jumat, 13 Mei 2022 | 15:47 WIB
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi

JAKARTA, insidepontianak.com - Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi menyatakan bahwa, Presidensi Indonesia di Group of 20 (G20) harus dijadikan momentum dan dimanfaatkan, untuk mendorong penguatan sektor industri di tengah kondisi dunia yang dilanda krisis multidimensional akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun. Kegiatan ini memiliki kekuatan politik dan ekonomi serta kapasitas untuk mendorong pemulihan, sesuai dengan tema Presidensi G20 tahun 2022, yaitu Recover Together Recover Stronger.

“Presidensi Indonesia di G20 fokus pada tiga sektor prioritas, dinilai menjadi kunci bagi pemulihan yang kuat dan berkelanjutan. Yakni, arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi digital dan ekonomi,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi di Jakarta, Jumat (13/5).

Doddy Rahadi menyampaikan, pihaknya beberapa waktu lalu menggagas Seminar Nasional dengan mengambil tema Penguatan Industri di Tengah Momentum Presidensi G20. Seminar dihadiri lebih dari 700 peserta dari kalangan pemerintahan, akademisi, praktisi, industri, asosiasi industri. “Seminar nasional ini mengangkat tema pembahasan untuk dua sektor prioritas, yaitu transformasi digital dan transisi energi,” tutur Doddy Rahadi.

Baca Juga: Agus Gumiwang Kartasasmita Minta CPNS Kemenperin Tangkas dan Kolaboratif

Seminar nasional Presidensi G20 tersebut, manyajikan 58 naskah ilmiah yang terkait dengan tema transformasi digital dan energi berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini bisa mendorong peningkatan kompetensi SDM industri dan ASN melalui diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Hasil seminar akan menjadi prosiding yang terdaftar dalam ISBN yang diterbitkan dan diproses secara e-Jurnal di Kemenperin. Jurnal ini dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan, pemahaman yang baru untuk jadi bahan pertimbangan keputusan oleh berbagai pihak,” kata Doddy Rahadi.

Melalui Presidensi G20, kata Doddy Rahadi, Indonesia punya peluang besar untuk meraih kepercayaan investor global. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan sektor industri dan penciptaan lapangan kerja, yang berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Kemenperin Bertekad Optimalkan Penyerapan Tembakau Lokal
“Sepanjang tahun 2021, sektor industri pengolahan nonmigas memiliki kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 17,36 persen, yang sumbangsihnya antara lain dari sektor industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi dan obat tradisional, serta industri barang logam,” kata Doddy Rahadi.

Melihat pentingnya sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan global, pada Presidensi G20 tahun ini dimasukkan pembahasan isu industri secara khusus dalam Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG).

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: kemenperin.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X